Wishnutama Dorong Industri Media Bisa Kompetitif di Era Digital

Oleh : Candra Mata | Minggu, 01 Maret 2020 - 01:10 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY co.idJakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio akan mendorong media sebagai salah satu industri kreatif untuk bisa bersaing di era digital.

Wishnutama Kusubandio pada saat menjadi keynote speaker pada "Measurement Matters : Counting What Counts," Kamis (27/2/2020) di Hotel Sheraton Gandaria Jakarta, mengatakan bahwa kehadiran media cetak, online, dan televisi yang ada sekarang ini perlu bersinergi dengan platform digital serta meningkatkan daya saingnya dalam bidang industri kreatif.

"Untuk mewujudkan daya saing media sebagai industri kreatif, perlu ditetapkan sebuah sistem pengukuran yang disepakati oleh para pihak terkait. Kalau dulu sistem rating ditetapkan sebagai alat pengukuran daya saing televisi, kini sistem serupa juga dapat diterapkan dengan menggunakan alat ukur lain yang sesuai dengan era digital," lanjutnya.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan yakni kecepatan media sebagai industri kreatif untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan sehingga semakin kompetitif satu sama lain dengan kualitas yang terus meningkat.

"Kehadiran berbagai platform digital yang sedang marak sekarang ini merupakan kesempatan baik bagi media untuk memperlebar sayapnya dalam industri kreatif. Di sinilah kita memandang kehadiran platform digital sebagai kesempatan baik untuk memacu perkembangan media sebagai salah satu industi kreatif," ujar Wishnutama.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →