Kendati IHSG Turun, Investor Asing Masih Catat Net Buying Rp900 M pada Pekan Lalu

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 17 Februari 2020 - 10:01 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang pekan lalu turun 2,21 persen ke posisi 5.866,945 poin dibandingkan pada penutupan pekan sebelumnya di posisi 5.999,607 poin.

Kondisi tersebut karena investor asing pada Jumat (14/02/2020) yang merupakan hari perdagangan terakhir bursa pada pekan lalu membukukan penjualan bersih (net selling) sebesar Rp358,85 miliar.

Akan tetapi, sejak awal 2020 ini hingga akhir pekan lalu, para investor asing ternyata masih mencatatkan pembelian bersih (net buying) sebesar Rp900,65miliar.

Penurunan IHSG pekan lalu memangkas nilai kapitalisasi pasar sekitar 2,19 persen menjadi tinggal Rp6.781,861 triliun dibandingkan pada pekan sebelumnya sebesar Rp6.933,713 triliun.

Frekuensi transaksi harian rata-rata di sepanjang pekan lalu anjlok 11,63 persen menjadi tinggal 375,321 juta kali transaksi dibandingkan pada pekan sebelumnya yang mencapai 424,727 juta kali transaksi.

Sementara itu, volume transaksi harian rata-rata tergerus 16,53 persen pada pekan lalu menjadi sebanyak 5.170 miliar unit saham dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 6.194 miliar unit. Kondisi tersebut mendorong penurunan nilai transaksi harian rata-rata sebesar 9,46 persen menjadi tinggal Rp6.223 triliun dari Rp6.873 triliun. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →