Kemenperin Bakal Ganti 100 Persen Mesin IKM Terdampak Banjir

Oleh : Ridwan | Senin, 06 Januari 2020 - 18:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan mengganti mesin utama milik Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang rusak akibat banjir Jabodetabek.

"Bagi IKM yang mesin utamanya rusak akibat banjir Jabodetabek kemarin akan kami ganti 100 persen," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita seusai Medai Gathering di Kantor Kemenperin Jakarta, Senin (6/1/2020).

Diakui Menperin, pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Perindustrian setempat untuk mendata berapa jumlah IKM yang terdampak banjir termasuk menginventarisir permesinan yang dibutuhkan. "Berapa jumlahnya, itu sedang di-assessment," terangnya.

Namun, ia menegaskan bahwa bantuan serupa tidak berlaku pada industri besar. Menurutnya, industri besar sudah memiliki cara sendiri untuk bertahan. 

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan upaya ini telah dilakukan di bencana sebelumnya. Mulai dari Gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat hingga Tsunami Palu, Sulawesi Tengah.

Tahun ini, lanjut Gati, ada alokasi dana penggantian mesin untuk industri kecil yang terkena bencana sebesar Rp 4 miliar. Namun berapa yang akan disalurkan untuk industri kecil akibat banjir ini, masih menunggu perhitungan dari dinas setempat.

Menurut Gati, sejumlah sentra IKM di Jabodetabek terkena dampak banjir, diantaranya sentra IKM tahu tempe di Semanan, Kalideres, sentra konveksi di Tambora, IKM Rotan di Grogol, IKM Furnitur di Pondok Bambu, sentra makanan ringan di Bandung Barat, dan IKM gula aren di Cigudeg.

Rabu depan, kata Gati, Menperin Agus akan meninjau dua lokasi yang bakal diberikan bantuan. Keduanya yaitu industri tahu tempe di Semanan,  Kalideres, Jakarta Barat dan industri furnitur di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Selain itu, lanjut Gati, pihaknya akan menawarkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk IKM dengan bunga 6 persen, yang dapat digunakan untuk membeli bahan baku produksi. 

"Sekarang ditambah lagi ada KUR. Kami tawarkan juga KUR sampai Rp50 juta itu tidak pakai agunan dengan bunga 6 persen. Jadi mereka bisa beli bahan baku atau mesin untuk produksi," tutup Gati.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →