IHSG Dibuka Naik ke Posisi 5.547
INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka naik 13 poin, atau 0,2%, ke posisi 5.547 pada perdagangan Selasa (21/03/2017) dibandingkan posisi pada sesi penutupan perdagangan satu hari sebelumnya di level 5.533,99. Pada sesi pembukaan pagi ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.549,08 dan terendah di posisi 5.539,72.
Kenaikan IHSG di sesi pembukaan pagi ini didukung oleh kenaikan 98 harga saham, terutama saham-saham sektor aneka industri dan sektor keuangan. Disamping itu, ada sebanyak 386 saham yang harganya turun, 95 saham harganya stagnan dan 351 saham yang belum ditransaksikan.
Total nilai transaksi di sesi pembukaan perdagangan saham pagi ini tercatat sebesar Rp187 miliar dengan volume transaksi sebanyak 576 juta unit. Sementara itu, investor asing melakukan aksi beli bersih saham (net buying) sebesar Rp2 miliar dengan volume transaksi sebanyak 3 juta unit.
Kenaikan IHSG pada sesi pembukaan perdagangan pagi didukung juga oleh kenaikan 8 dari 10 indeks sektoral di BEI. Kenaikan tertinggi dialami oleh indeks sektor aneka industri yaitu sebesar 0,51%, atau 7,31 poin, ke posisi 1.440, diikuit oleh indeks sektor keuangan sebesar 0,37%, atau 3,25 poin, ke posisi 870. Sementara itu, indeks sektoral yang mengalami penurunan terdalam adalah indeks sektor infrastruktur sebesar 0,50%, atau 5,48 poin, ke posisi 1.093.
Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers pada pagi ini adalah saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang harganya naik Rp6, atau 2%, menjadi Rp308 per unit, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang harganya terangkat Rp375, atau 1,4%, menjadi Rp26.450 per unit dan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang harganya meningkat Rp30, atau 1,4%, menjadi Rp2.230 per unit.
Sementara itu, saham-saham LQ45 yang menjadi top losers pada pagi ini adalah saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang harganya tergerus Rp100, atau 1,5%, menjadi Rp6.600 per unit, saham PT Hanson International Tbk (MYRX) yang harganya susust Rp1, atau 0,8%, menjadi Rp123 per unit dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang harganya turun Rp50, atau 0,8%, menjadi Rp6.550 per unit. ***