Menteri ESDM Berjanji Bakal Tuntaskan Program 35.000 MW pada Awal Tahun 2024

Oleh : Ridwan | Jumat, 15 November 2019 - 17:45 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif berjanji akan menuntaskan program 35.000 Mega Watt (MW) pada akhir tahun 2023 atau awal tahun 2024.

"Dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun ke depan, program 35.000 MW akan terselesaikan," janji Arifin di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kemarin. 

Dalam siaran pers, Arifin menjelaskan, peningkatan kebutuhan listrik akan diisi dengan mendorong pemanfaatan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) yang diperkirakan memiliki potensi 400 Giga Watt (GW).

"Kita prioritaskan untuk memanfaatkan sumber-sumber EBT. Apalagi Indonesia sangat banyak memiliki sumber, ini kalau hitung berdasarkan datanya bisa mencapai 400 GW," terang Arifin. 

Arifin menilai pemanfaatan EBTmampu menghasilkan energi bersih yang ramah lingkungan. "Kita tidak tergantung lagi pada energi fosil dan (EBT) menghasilkan emisi yang bersih yang akan mendukung kesehatan penduduk indonesia sehingga masyarakat tumbuh berkembang cerdas ke depan," ujarnya. 

Lebih jauh Arifin menjelaskan, pengembangan EBT khususnya biodiesel akan didorong kedepannya. Menurutnya, pemanfaatan biodiesel juga bermanfaat memberi dampak perekonomian besar bagi pengusaha perkebunan kelapa sawit kecil, disamping sebagai energi bahan bakar rendah emisi.

"Apa yang kita lakukan terhadap biofuel adalah untuk mengurangi emisi," kata Arifin. 

Selain itu, Arifin menekankan pentingnya pembangunan transmisi listrik dan gas. Kementerian ESDM, sebutnya akan segera menyelesaikan pembangunan transmisi listrik dan gas di Sumatera dan Kalimantan.

"Saya harap keberadaan energi ini mendukung sektor pariwisata. Tanpa energi mungkin agak sulit mengembangkan pariwisata," tuturnya. 

Asal tahu saja, beberapa bulan lalu pemerintah telah membangun tol listrik di Sulawesi. Membentang sejauh 3.767 kms (kilometer sirkit) dengan 5.687 tower transmisi serta 47 Gardu Induk berkapasitas total 2.648 MVA, tol listrik Sulawesi tahap 1 ini menghubungkan 4 (empat) provinsi yaitu Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. 

Adapun, prioritas yang tak kalah penting menurut Arifin adalah peningkatanan Domestic Market Obligation (DMO) Batubara.

"Kami perkirakan dalam 5 tahun ke depan DMO batubara akan meningkat karna kebutuhannya meningkat. Ini dilakukan dari skala besar dan skala kecil," jelas Arifin.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →