Dirut Kawasan Industri ModernCikande Berharap Kebijakan Pemerintah Sejalan Dengan Keinginan Pasar

Oleh : Ridwan | Senin, 14 Oktober 2019 - 11:27 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Gejolak ekonomi global dan intensitas perang dagang (trade war) Amerika dan China diyakini berdampak pada hengkangnya pabrik-pabrik China di Amerika karena dikenakan tarif yang tinggi.

Hal ini membuka suatu peluang bagi Indonesia dan juga beberapa negara lainnya untuk menampung pabrikan tersebut. Namun demikian hal ini juga harus sejalan dengan kemampuan kawasan industri di Indonesia untuk bersaing dengan kawasan-kawasan industri di Asia yang juga mengincar pasar yang sama.

Kondisi ini harus disikapi dengan persiapan yang matang. Selain peran serta dari pelaku kawasan industri, Pemerintah Indonesia juga harus mempersiapkan amunisi-amunisi paket kebijakan ekonomi yang akan menarik minat investor asing yang terkena dampak perang dagang tersebut.

Menurut Direktur Utama PT Modern Industrial Estat, Pascall Wilson, Kebijakan Pemerintah yang perlu diperhatikan dalam perkembangan kawasan industri adalah, pertama mengenai infrastruktur. Infrastruktur harus dibangun secara merata dan menyeluruh, mencakup seluruh Indonesia. Dengan baik dan layaknya infrastruktur, otomatis perkembangan kawasan industri menjadi semakin cepat dan memadai. Tentu saja pabrik-pabrik yang berlokasi di dalamnya juga mendapatkan keuntungan dalam distribusi dan operasional juga.

Kedua, mengenai regulasi perpajakan, ekspor impor, maupun allowance lainnya yang meningkatkan daya saing, baik pengelola kawasan industri, maupun tenant-tenant yang berinvestasi di dalamnya. Kejelasan regulasi tersebut tentunya akan meningkatkan minat investasi di dalam kawasan industri. 

Ketiga, pemerintah harus lebih ketat lagi dalam peraturan guna mengawasi dan menjaga perusahaan atau pabrik agar tidak membangun di luar kawasan industri tetapi harus di kawasan industri guna tertatanya pola pembangunan dan lebih memudahkan pengawasan dalam segala hal.

Tantangan dalam mengelola kawasan industri adalah daya saing kawasan-kawasan industri bukan hanya di Indonesia saja, tetapi Asia pada umumnya dan Asia Tenggara pada khususnya. Dengan free market competition, maka pesaing kawasan industri bukan hanya pemain lokal saja, tetapi juga mencakup negara-negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam, Kamboja, China, dan lain sebagainya.

Hal ini mengakibatkan kita harus memperhatikan bukan hanya kebijakan dalam negeri saja, namun luar negeri juga. Hal ini tentunya juga terkait dengan kebijakan fiscal (tax), maupun perdagangan (trade); yang akan menambah ketatnya persaingan internasional tersebut.

Sebagai pihak pengelola (developer), Wilson  berharap dengan selesainya kontestasi Pemilihan Presiden di Indonesia; maka keadaan akan menjadi stabil. Stabilitas politik dan keamanan sangat penting guna mendukung perekonomian dalam negeri maupun perdagangan ke luar negeri.

Dengan demikian, kebijakan-kebijakan yang telah dan akan dibuat akan sejalan dengan keinginan pasar dalam negeri untuk meningkatkan pangsa pasarnya.

“Perekonomian yang stabil dengan didukung situasi politik dan keamanan yang kondusif, akan menarik banyak investor-investor asing maupun lokal untuk bergerak dan mengembangkan usahanya. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap bisnis kawasan industri, sebagai penyedia lahan industri bagi industri-industri yang berniat untuk ekspansi dan mengembangkan sayapnya,”pungkas Pascall.

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →