2022, Mobil Dinas Wajib Gunakan Kendaraan Listrik

Oleh : Ridwan | Rabu, 04 September 2019 - 18:45 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menginginkan dua tahun dari sekarang, seluruh kendaraan dinas BUMN, Swasta, hingga pemerintah Indonesia menggunakan teknologi listrik. Hal ini guna mendorong pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Bahkan, dirinya mengaku usulan tersebut telah dibawa ke meja Presiden RI dan beberapa Kementerian terkait. Hanya saja ada hal-hal yang patut diperhatikan lebih dulu sebelum mengabulkannya.

"Sekitar 6 bulan lalu, saya sudah sampaikan kepada Presiden RI terkait usulan ini. Jika sudah matang, mungkin pada tahun 2021 atau 2022, semua pengadaan barang untuk sepeda motor dan mobil di wilayah tertentu (sudah siap), kita wajibkan menggunakan kendaraan listrik," katanya saat membuka acara Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Jakarta, Rabu (4/9).

"Sudah rapat dengan Kepolisian, semua Kementerian, dan sudah sepakat bahwa kita akan dorong ini," ujar Luhut lagi.

Di kesempatan sama, dirinya juga mendukung untuk segera mengaspalkan bus listrik dari PT Mobil Anak Bangsa (MAB) yang kini tengah diuji coba. 

Diharapkan, bus karya anak bangsa tersebut mampu menggantikan angkutan kota berbahan bakar fosil.

"Saya mendorong supaya anak bangsa bisa membuat kendaraan listrik, seperti bus listrik yang sekarang sedang proses untuk beropreasi (dari MAB). Jika sudah bisa, ini pakai saja di kota-kota," kata Luhut.

Jika era kendaraan listrik di Indonesia dapat berjalan optimal, akan banyak efek positif yang didapat. Satu diantaranya, kata Luhut lagi, adalah menambahkan investasi dan mengurangi impor terhadap energi bahan bakar fosil secara signifikan.

"Kalau berbicara pabrik baterai di Morowali saja, pada tahun 2024 total investasinya akan mencapai lebih dari USD 3 miliar. Belum lagi turunan lainnya," tutup Luhut.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →