250 Ribu Remaja di Jakarta Menderita Diabetes

Oleh : Andi Mardana | Selasa, 27 Agustus 2019 - 19:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Jakarta merupakan kota dengan prevalensi diabetes yang paling tinggi di Indonesia dengan jumlah yang terus meningkat, namun tetap underdiagnosed.

Prevalensi diabetes di Jakarta berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018 meningkat dari 2,5% di tahun 2013 menjadi 3,4% di tahun 2018.

Jika dihitung dari jumlah penduduk Jakarta 10,5 juta jiwa, maka jumlah orang dengan diabetes dengan usia lebih dari 15 tahun di Jakarta mencapai 250 ribu jiwa.

Namun, data yang diperoleh berdasarkan Diabetes Surveillance Data dari Dinas Kesehatan, pasien diabetes yang terdaftar berjumlah 12.775 jiwa.

"Saat ini, masih banyak yang terlambat menyadari penyakit diabetes, bahkan 52% pasien diabetes sudah mengalami komplikasi saat terdiagnosa," jelas dr. Em Yunir, Sp.PD – KEMD, Ketua PERKENI Jaya di Jakarta, Selasa (27/8).

Sedangkan, kata dr. Yunir hanya sekitar 30% pasien yang menjalani pengobatan dapat mencapai tingkat HbA1c kurang dari 7%, yaitu angka ideal dalam manajemen diabetes.

Hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan dan kesadaran publik mengenai penyakit ini. "Selain itu, manajemen penyakit diabetes juga belum optimal, sehingga hanya sekitar 30% saja dari pasien diabetes yang bisa mencapai target glikemik," jelas dr. Yunir.

Peluncuran Briefing Book

Melihat kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai diabetes khususnya di perkotaan, Novo Nordisk didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kedutaan Besar Denmark akan meluncurkan sebuah Briefing Book yang berisi informasi mengenai diabetes di Jakarta serta hasil dari tahapan pemetaan Program CCD di Jakarta.

Briefing Book ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit diabetes dan manajemennya, khususnya di daerah perkotaan.

H.E. Rasmus Abildgaard Kristensen, Duta Besar Denmark di Indonesia mengatakan, untuk menekan prevalensi penyakit diabetes di Indonesia diperlukan sinergi dari semua pihak baik itu publik maupun swasta.

"Kami merasa bangga dapat ikut berperan serta dalam kegiatan ini. Peluncuran buku ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen berbagai pihak dapat menghasilkan sesuatu yang baik dan konsisten," ujarnya.

Diharapkan buku ini dapat memberikan informasi yang komprehensif mengenai diabetes di Indonesia dan Jakarta mengajak masyarakat untuk turut serta mengambil tindakan memerangi diabetes dengan gaya hidup yang lebih sehat.

Sejak tahun 2014, Novo Nordisk, Steno Diabetes Center Copenhagen, dan Universitas London College meluncurkan program Cities Changing Diabetes (CCD) untuk menggiatkan perjuangan global melawan diabetes di perkotaan. Hingga saat ini, program CCD sudah diinisiasi di 16 kota di seluruh dunia, dan Jakarta akan menjadi kota yang ke-17.

Program ini disusun untuk memahami faktor pendorong di balik meningkatnya diabetes di daerah perkotaan, dan untuk berbagi pengetahuan tersebut dan menerapkannya pada solusi dunia nyata dengan tujuan global untuk menekan pertumbuhan angka masyarakat yang hidup dengan diabetes.

Andi Mardana Lihat semua artikel →