Tanpa Rencana Pembiayaan Ulang, APLN Berpotensi Gagal Bayar
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Outlook PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) direvisi menjadi credit watch dengan implikasi negatif dan peringkat juga turun karena meningkatnya risiko pembiayaan kembali dan likuiditas APLN dari pinjaman sindikasi Rp1,3 triliun.
Pefindo menyebutkan outlook yang direvisi untuk mengantisipasi peningkatan ketidakpastian kemampuan bayar APLN. Peringkat APLN turun menjadi idBBB.
"Pandangan kami terhadap fleksibilitas keuangan perusahaan yang terbatas untuk membiayai kembali utang yang akan jatuh tempo 12 bulan kedepan, mengingat leverage keuangan yang tinggi. Memberikan sedikit ruang APLN untuk menarik utang baru," Kata analis Pefindo, Yogie Perdana di Jakarta, Kamis (15/8/2019).
Pefindo telah menurunkan peringkat efek APLN dari idA- menjadi idBBB untuk periode pemeringkatan 29 Juli - 29 Oktober 2019.
Penurunan tersebut karena meningkatnya risiko pembiayaan kembali utang sindikasi senilai Rp1,3 triliun, Obligasi I/2014-2015 fase III sebesar Rp451 miliar, dan obligasi I/2014-2015 fase IV sebesar Rp99 miliar yang akan jatuh tempo pada September 2019.
Sementara itu, saldo kas perseroan per 31 Maret 2019 tercatat hanya Rp1,2 triliun. Sehingga Pefindo terus melakukan pemantauan dengan outlook negatif.
“Kami melihat APLN ada potensi gagal bayar utang senilai Rp1,3 triliun, jika dalam waktu dekat ini belum memastikan rencana pembiayaan ulang,” kata dia.