IHSG Menguat Terbatas di Level 6180-6257
INDUSTRY.co.id - Sesuai perkirakaan sebelumnya secara teknikal pergerakan IHSG cenderung menguji support setelah tidak mampu kuat diatas MA200 dan break out bearish trend line. Indikator Stochastic, RSI dan MACD memberikan signal kejenuhan dalam trend penguatan dan bergerak menuju area oversold, Meskipun pada pergerakan terakhir IHSG berhasil ditutup diatas level 6200 dengan indikatif kuatnya level tersebut.
"Sehingga diproyeksikan IHSG akan bergerak menguat terbatas bertahan diatas level 6200 meskipun dalam pergerakan yang cukup berat pada support resistance 6180-6257," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Rabu (14/8/2019).
Saham-saham yang cukup menarik secara teknikal diantaranya; TBLA, AALI, LSIP, GGRM, BBNI, PNBN, ASII, ADRO, UNTR, ERAA.
IHSG (-0.63%) ditutup melemah 39.63 poin kelevel 6210.96 dengan saham-saham sektor Industri Dasar (-2.29%) dan Konsumer (-1.26%) memimpin pelemahan. Sedangkan saham-saham sektor pertanian (+2.99%) terutama CPO menguat diantara pelemahan mayoritas sektoral. Sentimen penegasan penerapan B30 diawal tahun depan dan B50 di akhir tahunnya menjadi katalis utama untuk produsen CPO. B20 yang saat ini sedang berlangsung terclaim telah konsisten membantu negara menghemat $5,5 miliar dari impor bahan bakar per tahun sehingga pemerintah membuka peluang penambahan campuran CPO terhadap biosolar 30% hingga 50% di tahun depan.
Stock persediaan CPO di Malaysia dilaporkan menurun cukup rendah dibulan July karena naiknya import CPO dari India dan China. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sangat besar dilevel $1,03 Triliun rupiah dengan saham BBCA, ASII dan BBRI yang menjadi top net sell value. Aksi jual investor asing ini mengiringi pelemahan nilai tukar rupiah (-0.53%) cukup dalam kelevel Rp14.325 per USD.