Sesi Perdagangan Pagi, IHSG Dibuka Naik ke Posisi 5.427

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 07 Maret 2017 - 09:52 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka naik 17 poin, atau 0,3%, ke posisi 5.427,31 pada sesi pertama perdagangan Selasa (07/03/2017) dibandingkan pada perdagangan Senin (06/03/2017) di level 5.409,82.

Kenaikan IHSG pada sesi pembukaan pagi ini didukung oleh kenaikan harga 85 saham, terutama saham-saham sektor konsumer dan sektor manufaktur. Disamping itu, terdapat pula 400 saham yang harganya mengalami penurunan. Sedangkan saham-saham yang harganya tidak berubah dan saham-saham yang tidak ditransaksikan sama sekali masing-masing tercatat sebanyak 92 saham dan 367 saham.

Total volume transaksi pada sesi pembukaan perdagangan hari ini tercatat sebanyak 325 juta unit saham dengan nilai transaksi sebesar Rp180 miliar. Sementara itu, investor asing mengambil posisi jual bersih (net selling) sebesar Rp15 miliar dengan volume transaksi sebanyak 41 juta unit saham.

Kenaikan IHSG pada sesi pembukaan pagi ini juga didukung oleh kenaikan indeks sektoral, yang dipimpin oleh kenaikan indeks sektor konsumer sebesar 12,9 poin, atau 0,54%, ke posisi 2.406 dan peningkatan indeks sektor manufaktur sebesar 5,36 poin, atau 0,38%, ke posisi 1.425.

Saham-saham LQ45 yang harganya meningkat pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini dan masuk ke dalam kategore top gainers adalah saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang harganya naik Rp110, atau 2,8%, menjadi Rp4.060 per unit, saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang harganya meningkat Rp10, atau 1,8%, menjadi Rp585 per unit dan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang harganya terangkat Rp800, atau 1,3%, menjadi Rp64.200 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang harganya mengalami penurunan serta masuk ke dalam kategori top losers adalah saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang harganya turun Rp275, atau 21,%, menjadi Rp12.800 per unit, saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang harganya tergerus Rp8, atau 1,6%, menjadi Rp488 per unit dan saham PT PP Property Tbk (PPRO) yang harganya susut Rp4, atau 1,3%, menjadi Rp300 per unit.***

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →