IHSG Tertekan Aksi Jual Masih Marak

Oleh : Wiyanto | Kamis, 04 Juli 2019 - 09:12 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id

Jakarta - Pergerakan IHSG yang melemah secara teknikal telah tergambar rapih setelah tidak mampu break out resistance bearish trend line dan upper bollinger bands. IHSG break out support Moving Average 5 hari dengan indikasi cenderung negatif mengiringi pola dead-cross indikator stochastic dan RSI yang bearish reversal.

"Sehingga kami proyeksikan IHSG masih akan mengalami tekanan aksi jual dengan support resistance 6294-6365," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Saham-saham yang masih dapat dicermati yakni; CPIN, PBID, BBTN, GGRM, HMSP, TBIG, BIRD, MNCN, RALS, AKRA.

IHSG (-0.35%) melemah 22.27% kelevel 6362.62 dengan tekanan bearish yang dirasakan sejak awal sesi perdagangan. Phase distribusi pada ekuitas di Indonesia mulai terasa seperti halnya ekuitas Global. Penguatan sektor konsumer (+0.23%) tidak mampu menahan tekanan jual sektor pertambangan (-3.49%) dan Pertanian (-1.11%) yang melemah terkena dampak dari pelemahan harga tambang logam dan minyak kelapa sawit.

Harga tambang logam anjlok cukup signifikan dengan harga Nikel (-2.06%), Timah (-6.35%) dan Tembaga (-1.13%) turun akibat outlook negatif dari indeks kinerja manufaktur dunia yang merupakan efek samping dari tensi perdagangan Global. Meskipun Rupiah (+0.13%) menguat terhadap USD investor asing tetap melakukan aksi jual bersih sebesar 506.46 Miliar rupiah.

Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →