IHSG Tertekan Aksi Jual Masih Marak
INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Pergerakan IHSG yang melemah secara teknikal telah tergambar rapih setelah tidak mampu break out resistance bearish trend line dan upper bollinger bands. IHSG break out support Moving Average 5 hari dengan indikasi cenderung negatif mengiringi pola dead-cross indikator stochastic dan RSI yang bearish reversal.
"Sehingga kami proyeksikan IHSG masih akan mengalami tekanan aksi jual dengan support resistance 6294-6365," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (4/7/2019).
Saham-saham yang masih dapat dicermati yakni; CPIN, PBID, BBTN, GGRM, HMSP, TBIG, BIRD, MNCN, RALS, AKRA.
IHSG (-0.35%) melemah 22.27% kelevel 6362.62 dengan tekanan bearish yang dirasakan sejak awal sesi perdagangan. Phase distribusi pada ekuitas di Indonesia mulai terasa seperti halnya ekuitas Global. Penguatan sektor konsumer (+0.23%) tidak mampu menahan tekanan jual sektor pertambangan (-3.49%) dan Pertanian (-1.11%) yang melemah terkena dampak dari pelemahan harga tambang logam dan minyak kelapa sawit.
Harga tambang logam anjlok cukup signifikan dengan harga Nikel (-2.06%), Timah (-6.35%) dan Tembaga (-1.13%) turun akibat outlook negatif dari indeks kinerja manufaktur dunia yang merupakan efek samping dari tensi perdagangan Global. Meskipun Rupiah (+0.13%) menguat terhadap USD investor asing tetap melakukan aksi jual bersih sebesar 506.46 Miliar rupiah.