Indonesia Diproyeksi Bakal Jadi Pusat Manufaktur ASEAN

Oleh : Ridwan | Minggu, 02 Juni 2019 - 17:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyebutkan, di tahun-tahun mendatang, akan ada lebih banyak kebijakan fiskal dan sektor yang difasilitasi oleh pemerintah. 

Upaya strategis ini diyakini mampu memacu pertumbuhan industri dan ekonomi ke level selanjutnya.

"Indonesia diproyeksikan menjadi pusat manufaktur di ASEAN dengan beberapa sektor industri yang telah memiliki struktur mendalam, mulai dari hulu hingga hilir, seperti otomotif, tekstil dan garmen, makanan dan minuman, logam, serta dan kimia," kata Airlangga di Jakarta, Minggu (2/6)

Di sektor otomotif, tambah Menperin, Indonesia memiliki potensi besar karena produksi mobil tahun lalu mencapai 1,34 juta unit dengan nilai USD13,8 miliar per tahun.  

"Saat ini, terdapat empat perusahaan otomotif utama yang menjadikan Indonesia sebagai pemain penting dalam global supply chain," terangnya.

Airlangga menyampaikan, Pemerintah Indonesia tengah menyusun peta jalan industri otomotif untuk menjadi pabrikan kendaraan rendah emisi terbesar di ASEAN, khususnya yang menggunakan teknologi Electrified Vehicle (EV).

Selain itu, Pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan insentif fiskal untuk kendaraan listrik serta regulasi yang efektif untuk mendukung industri kendaraan listrik. Bahkan, pemerintah akan menawarkan super deductible tax hingga 200% bagi industri yang melakukan kegiatan Research & Development (R&D), serta merencanakan lebih banyak peluang lain di tahun-tahun mendatang.

"Kami mengundang Anda untuk datang ke Indonesia dan melihat sendiri peluang-peluang yang ada. Saya dapat menyampaikan, selama dua hari di Tokyo, saya telah bertemu dengan pimpinan perusahaan Jepang yang terlihat sangat puas dengan Indonesia. Dari pertemuan-pertemuan tersebut, saya optimis akan ada tambahan investasi dari Jepang ke Indonesia," papar Airlangga.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →