Menpar: Mahalnya Harga Tiket Pesawat Hancurkan Ekosistem Pariwisata

Oleh : Ridwan | Rabu, 22 Mei 2019 - 15:30 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengungkapkan, mahalnya harga tiket pesawat sangat menghancurkan ekosistem sektor pariwisata. 

"Impact nya 30%, jadi ekosistem pariwisata terpengaruh sangat besar, karena harga tiketnya naik lebih dari 100%. Ini bukan naik, tetapi ganti harga," kata Menpar Arief Yahya di Jakarta, Rabu (22/5).

Ia menegaskan bahwa, dirinya tidak punya wewenang untuk memaksa pihak airlines untuk tidak boleh menaikkan harga tiket pesawat. "Naik boleh, yang tidak boleh itu naiknya tinggi dan mendadak," tegasnya.

Menpar juga menjelaskan soal aturan harga batas atas dan batas bawah untuk beberapa kelas penerbangan. Batas atas adalah harga tertinggi yang boleh digunakan oleh pihak maskapai. Sedangkan batas bawah adalah harga paling rendah.

Untuk penerbangan dengan kelas pelayanan full bisa menggunakan tarif harga batas atas 100 persen. Sedangkan kelas ekonomi dan Low Cost Carrier (LCC) seharusnya tidak mendekati harga batas atas.

"Kalo kelas pelayanan full seperti Garuda Indonesia bisa menggunakan harga batas atas full, tapi kalo penerbangan ekonomi dan LCC harus diturunkan lagi 30 persen. Semoga Menhub bisa turunkan harga batas atas," tutur Menpar. 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →