Kresna Graha Investama Optimistis Dapat Capai Target Pendapatan 2018

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 07 Januari 2019 - 10:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Head of Business Analyst PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN), Stanley Tjandra, optimistis pendapatan KREN dapat mencapai target Rp5 triliun pada 2018. Itu karena potensi industri digital yang cukup cerah di Indonesia di sepanjang tahun lalu.

“Tahun ini, kami berharap dapat terus meningkatkan kinerja perseroan melalui strategi bisnis yang lebih tajam serta sinergi di bidang teknologi dan digital,” ujar Stanley di Jakarta, Jumat (04/01/2019).

Potensi industri digital yang cukup cerah pada tahun lalu tersebut sangat mempengaruhi kinerja keuangan serta kinerja saham KREN. Pada awal tahun ini, harga KREN dibuka sebesar Rp655 per unit, atau lebih tinggi 24,76 persen dibanding harga pada awal 2018 sebesar Rp525 per unit. Bahkan, harga KREN di awal 2019 ini masih lebih tinggi 22% dibandingkan harga pada penutupan perdagangan di akhir 2018 sebesar Rp530 per unit.

Stanley menjelaskan, KREN pada 2018 masih tetap mampu meningkatkan kinerja bisnisnya. Itu terlihat dari pendapatan KREN per September 2018 yang melesat sebesar 585,5 persen serta mencatata laba bersih Rp301,8 miliar.

“Di samping itu, KREN pada 2018 juga berhasil mendorong kedua anak usahanya, yakni PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) dan PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS), dengan masing-masing nilai PUPS sebesar Rp308 miliar dan Rp632 miliar,” papar Stanley.

Stanley juga menuturkan, manajemen KREN pada tahun ini akan terus aktif mendorong para anak usahanya untuk melakukan PUPS, khususnya perusahaan-perusahaan yang bisnisnya bergerak di bidang digital.

Stanley menjelaskan, langkah tersebut akan dilakukan karena segmen teknologi dan digital merupakan kontributor terbesar bagi pendapatan KREN. Segmen ini pada 2018 memberikan kontribusi hingga 90% bagi pendapatan konsolidasi KREN dibandingkan pada 2017 yang hanya sekitar 70%.

“Kontribusi tersebut pada tahun ini diperkirakan bakal lebih tinggi lagi. Ke depan, KREN akan semakin menegaskan posisinya sebagai digital business integrator dan tetap fokus untuk terus membangun infrastruktur digital Indonesia dengan memanfaatkan disruptive global techology excellence,” pungkas Stanley. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →