Akhir 2018, Aliran Dana Operasional Waskita Beton Sudah Positif

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 20 Desember 2018 - 18:23 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), produsen precast terbesar di Indonesia yang juga merupakan emiten Bursa Efek Indonesia (BEI), telah mengalami aliran dana operasional (operating cashflow) yang positif sebesar Rp1,1 Triliun pada 2018, dibandingkan minus Rp2,4 triliun pada 2017 dan minus Rp3 triliun pada 2016.

Kondisi tersebut menjadi modal yang kuat bagi WSBP pada 2019 mendatang. Itu karena rasio posisi utang berbunga terhadap modal WSBP yang masih sebesar 0,77 kali, masih jauh dari batas yang ditentukan sebesar 2,5 kali. Dengan ekuitas per September 2018 sebesar Rp7,45 triliun, maka WSBP masih memiliki kapasitas ruang pendanaan yang besar.

Direktur Keuangan WSBP, Anton YT Nugroho, menjelaskan, kondisi keuangan perusahaan semakin prima. Itu terlihat dari pencapaian hingga akhir tahun ini. “Saat ini penerimaan termin yang sudah masuk mencapai Rp9,8 triliun, kami terima lagi hingga akhir tahun ini sebesar Rp1,6 triliun, total sekitar Rp11,4 triliun.  Jadi arus kas operasional perseroan pada tahun ini akan mengalami surplus yang cukup besar,” paparnya.

Tahun ini WSBP telah menyelesaikan proyek Tol Becakayu. Itu adalah proyek turnkey pertama perseroan. Proyek turnkey memiliki margin yang lebih besar dibanding non-turnkey. Tetapi kompensasinya, kontraktor harus siap pendanaan sampai proyek selesai.

Penyelesaiaan proyek Becakayu adalah bukti bahwa WSBP memiliki kemampuan dan manajemen pendanan yang sangat baik. Itu membuat marjin WSBP jauh melampaui emiten di sektor precast dan jasa konstruksi lainnya.

Saat ini WSBP masih menyisakan dua proyek turnkey, yakni proyek jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) dan Cimanggis – Cibitung. Pembayaran termin KBLM sudah terealisasi Rp665 miliar (di mana sekitar Rp250 miliar diantaranya adalah pembayaran turnkey). Akhir Desember 2018, ada realisasi pembayaran lagi sebesar Rp1,6 triliun dan sisanya tahun depan. Demikian pula untuk Cimanggis – Cibitung yang akan terealisasi pada tahun depan dengan pembayaran termin sebesar sebesar Rp2,6 triliun atau 100%. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →