Ekspor Tuna Indonesia Jeblok, Tuna Indonesia Terancam Punah

Oleh : Ridwan | Jumat, 17 Februari 2017 - 16:16 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Penangkapan dan pencurian ikan berlebihan mengakibatkan spesies tuna di perairan Nusantara terancam kepunahan.

Asosiasi Tuna Indonesia (ASTUIN) menyayangkan jebloknya nilai ekspor ikan tuna Indonesia hingga Rp 11,4 triliun selama dua tahun terakhir. Padahal, saat ini Indonesia merupakan produsen tuna terbesar dunia, 16% kebutuhan Dunia berasal dari Indonesia.

Kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang tidak tepat sasaran dinilai menjadi penyebab utama tergerusnya ekspor ikan tuna.

"Dalih pemerintah melakukan konservasi laut itu bagus, tapi harus bisa seimbang dengan prosperity (kesejahteraan)" ungkap Sekretaris Jenderal Asosiasi Tuna Indonesia (ASTUIN), Hendra Sugandhi dalam acara diskusi di Jakarta (17/2/2017).

Kebijakan pemerintah selama dua tahun terakhir berdampak negatif bagi industri. Dampak dari kebijakan IUU Fishing yang paling berpengaruh terhadap industri perikanan adalah menyusutnya jumlah kapal tangkapan ikan.

Jika eksploitasi berlebihan yerus dibiarkan, tidak hanya tuna, tapi juga seluruh komoditas perikanan dan biomassa ikan di perairan nusantara akan anjlok hingga 81 persen pada tahun 2035.

"Bila itu terjadi, maka juga berdampak pada hilangnya sumber pendapatan, dan tuna Indonesia dalam ancaman kepunahan" tutup Hendra

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →