21 BUMN Bidik Investasi Langsung Senilai Rp200 Triliun pada Gelaran IMF-World Bank

Oleh : Ridwan | Senin, 08 Oktober 2018 - 17:07 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Bali, Sebanyak 21 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membidik investasi langsung senilai Rp200 triliun dalam Forum Investasi Indonesia 2018 yang akan diselenggarakan pada Selasa (9/10/2018) sebagai acara sela Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Rohan Hafas mengatakan, pihaknya akan mengkoordinasikan investasi langsung tersebut, yang sebesar 95 persen dari total nilai investasinya, berasal dari investor asing.

"Total nilai investasinya mencapai sekitar Rp200 triliun dan ini merupakan investasi langsung di mana 95 persen di antaranya berasal dari luar negeri," katanya di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018).

Forum Investasi Indonesia atau Indonesia Investment Forum (IIF) 2018 diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN melalui Bank Mandiri.

"Forum ini memberi sinergi antara investor, pemangku kepentingan dan berbagai peluang investasi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ratusan investor akan mengexplorasi potensi-potensi investasi di Indonesia," ungkap Rohan.

Indonesia Investment Forum 2018 bertema Paradigma Baru dalam Pembiayaan Infrastruktur (A New Paradigm in Infrastruktur Financing) akan dihadiri Menko Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Selain itu, akan hadir juga dalam diskusi panel antara lain Bank Dunia, Moody’s, BlackRock, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur prioritas, BPJT, Jasa Marga, AIA Group, Indonesia Infrastructure Finance, Kementerian ESDM, PLN, Macquarie, Allianz dan Bank Mandiri.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →