Yelooo Integra Datanet Siap Melantai di BEI

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 03 Oktober 2018 - 20:49 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Yelooo Integra Datanet Tbk (Passpod) tinggal selangkah lagi untuk melakukan pencatatan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perusahaan penyedia jasa rental modem wifi dan travel assistance bagi pelancong Indonesia ke luar negeri tersebut menggelar pertemuan due diligence dan public expose pertamanya di Menara by KIBAR, Jakarta Pusat, Rabu (03/10/2018).

Pertemuan dengan para calon investor dan awak media tersebut menginformasikan beberapa keterangan dari jajaran direksi perusahaan yang diwakili oleh Direktur Utama Passpod Hiro Whardana, Direktur Wewy Susanto, dan Komisaris Andrew Suhalim.

Menurut Direktur Utama Passpod, Hiro Whardana, rencana pencatatan saham akan resmi dilakukan pada akhir 2018. Dengan menggunakan laporan keuangan per April 2018, Passpod mengumumkan akan melepas sebanyak-banyaknya 130 juta lembar saham  biasa atau setara 34,21% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah  pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) Perseroan yang bernilai Rp100 per saham.

Saham-saham yang ditawarkan kepada publik tersebut memiliki harga penawaran Rp 250-375 per saham. Sedangkan PT Sinarmas Sekuritas ditunjuk perseroan ini bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dalam PUPS ini.

“Melalui jumlah di atas, kami menargetkan dana terkumpul sekitar Rp40 Miliar. Setelah
dikurangi biaya-biaya emisi, dana ini rencananya akan kami alokasikan untuk
pengembangan bisnis, research and development (R&D) aplikasi, dan modal kerja
dalam bentuk penambahan unit modem serta power bank” ucap Hiro.

Guna pengembangan bisnis, Passpod mengalokasikan dana IPO yang cukup besar,  yaitu 68,10% untuk pengadaan billing management system dan perangkat SIM bank.

edangkan sebesar 3.69% digunakan untuk research and development (R&D) aplikasi
berupa penambahan beragam fitur. Adapun sisa dana sebesar 28,21% akan digunakan
untuk modal kerja berupa pembelian modem dan power bank.

Dalam paparan publiknya, perusahaan secara bersamaan juga akan menerbitkan  sebanyak-banyaknya 78 juta Waran Seri I dengan harga pelaksanaan Rp500-750 per unit yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif dengan perbandingan 5 saham baru berhak memperoleh 3 waran. 

 

“Selain itu dana perolehan Pelaksanaan Waran Seri I seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja, terutama digunakan untuk pengembangan usaha ke negara lain (go regional),” tambah Hiro.

Bidang usaha Passpod yang memiliki pangsa pasar spesifik membuat Perusahaan
optimis model bisnisnya mampu menjadi solusi atas tantangan yang kerap dihadapi
outbound traveler Indonesia dalam perjalanannya ke luar negeri. 

“Penyewaan modem internet 4G yang diusung Passpod sebetulnya adalah fondasi dari banyak sekali pilar-pilar bisnis yang akan muncul di masa mendatang. Ketika kebutuhan konektivitas traveler sudah terpenuhi, tentunya akan muncul kebutuhan lain-lain yang bisa  diakomodasi.

Misalnya, membeli tiket masuk atraksi on the spot dengan mata uang Rupiah, bisa lewat aplikasi Passpod. Setelah IPO, ada beberapa layanan yang akan disediakan Passpod di masa mendatang — selain peminjaman modem. Ketiga segmen usaha ini  diyakini Perusahaan mampu menyediakan beragam inovasi dan solusi yang relevan  seiring kenaikan tren traveling masyarakat Indonesia.

Menurut laporan Mastercard Future of Outbound Travel in Asia Pacific 2016-2021, Indonesia diprediksi menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan outbound travel terbesar di Asia, yaitu sebesar 8,6% per tahun, setelah Myanmar sebesar 10,6%, dan Vietnam 9,5%.

Melalui segmen global connectivity, data internal Passpod mencatat, sepanjang tahun  2017 jumlah pengguna modem Passpod telah mencapai 100.000 7orang dengan total  sewa 32.420 hari. Menggunakan teknologi virtual SIM, modem Passpod mampu  memberikan jaringan internet 4G yang mudah yang bisa diakses ke lebih dari 70  negara di dunia seperti AS, Singapura, Hongkong, Thailand, Jepang, Korea Selatan,  serta negara-negara di kawasan Eropa dan Timur Tengah. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →