Pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan Menguat 0,45% ke Posisi 5.957

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 24 September 2018 - 17:25 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup ke level 5.957,74 di akhir sesi perdagangan pada akhir pekan lalu, atau menguat 0,45% dibandingkan posisi pada akhir pekan sebelumnya di level 5.931,28.

Kenaikan tersebut mendukung peningkatan nilai kapitalisasi pasar BEI sepanjang pekan lalu sebesar 0,55% menjadi Rp6.704,19 triliun dibandingkan pada pekan sebelumnya sebesar Rp6.667,57 triliun.

Rata-rata nilai transaksi harian BEI sepanjang pekan lalu tercatat Rp7,29 triliun, atau lebih tinggi 12,95% dibandingkan rata-rata nilai transaksi harian pada pekan sebelumnya sebesar Rp6,45 triliun.

Kondisi itu diiringi oleh peningkatan rata-rata volume transaksi harian pada pekan lalu sebesar 5% menjadi 9,52 miliar unit saham dibandingkan pada pekan sebelumnya sebanyak 9,06 miliar unit saham.

Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian BEI pada pekan lalu meningkat 13,62% menjadi 398.280 kali transaksi dibandingkan sepanjang pekan sebelumnya sebanyak 350.530 kali transaksi.

Adapun investor asing membukukan pembelian saham bersih sebesar Rp1.014 triliun di sepanjang pekan lalu. Sejak awal tahun ini hingga akhir pekan lalu, investor asing mencatat penjualan saham bersih senilai Rp52,78 triliun. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →