Hadapi Era Industri 4.0, Kemenkominfo Siapkan 20 Ribu Tenaga Siap Pakai di Bidang IT

Oleh : Ridwan | Minggu, 23 September 2018 - 17:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Makassar, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, dalam menghadapi revolusi industri 4.0, pemerintah kini menyiapkan 20.000 tenaga terlatih atau siap pakai di bidang informasi dan telekomunikasi (IT) melalui pendidikan vokasional.

"Kita tengah mempersiapkan 20.000 tenaga siap pakai dalam bidang IT. Untuk itu, Kemenkominfo akan bermitra dengan 20 perguruan tinggi, termasuk Unhas," kata Rudiantara pada Orasi Ilmiah di Aula Prof Amiruddin, Universitas Hasanuddin, Makassar, kemarin.

Pada tahun ini, lanjut dia, sudah akan dijalankan dengan lima mitra perguruan tinggi sebagai pilot project atau percontohan.

Kelima perguruan tinggi yang dimaksud adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Padjajaran (Unpad).

Pendidikan vokasional menghadapi revolusi industri 4.0 itu membuka peluang beasiswa pelatihan terbuka untuk 1.000 orang dengan kriteria pendaftar lulusan D3 dan S1, lulusan SMK bidang TIK, ASN/PNS dan pelaku industri.

Fasilitas yang diberikan adalah pendidikan bebas biaya, sertifikat pelatihan, kesempatan magang, kesempatan pelatihan lanjutan, perlengkapan pelatihan dan uang transport.

Pembukaan pendaftaran 17 September 2018 hingga 5 Oktober 2018, selanjutnya pengumuman hasil seleksi pada 9 Oktober 2018. Pembukaan mata studi pada 15 Oktober 2018 dan penutupan masa studi 7 Desember 2018.

Adapun lima tema pelatihan yang akan diberikan yakni cyber-security (keamanan siber), cloud computing (komputasi awan), data analytics (analisis data), artificial inteligence (kecerdasan buatan), dan digital business (bisnis digital).

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →