Per Juni 2018, Medikaloka Hermina Realisasikan Belanja Modal Rp450 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Sabtu, 15 September 2018 - 07:00 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) merealisasikan dana belanja barang modal sebesar Rp450 miliar pada paruh pertama 2018.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/09/2018), manajemen HEAL mengungkapkan dana itu digunakan untuk membiayai akuisisi aset-aset tetap, akuisisi aktiva lainnya dan uang muka untuk pembelian aset-aset tetap.

Pada 2017, total dana belanja barang modal yang dikucurkan perseroan tercatat sebesar Rp716 miliar, atau lebih besar 34% dibandingkan dengan realisasi dana belanja barang modal tersebut pada 2016 sebesar Rp534 miliar.

Per Juni 2018, pendapatan peseroan tercatat sebesar Rp1,52 triliun, meningkat 18,2% dibandingkan di periode yang sama pada tahun lalu sebesarRp1,28 triliun. Adapun laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tercatat sebesar Rp314,7 miliar, meningkat 17,7% dibandingkan periode yang sama pada 2017 sebesar Rp267,3 miliar.

Hermina adalah salah satu jaringan rumah sakit yang sejak awal melayani pasien program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Per Juni 2018, JKN berkontribusi terhadap 67% dari total pasien rawat inap dan 49% dari total pasien rawat jalan.

Meskipun kontribusi pasien JKN semakin besar terhadap usaha secara keseluruhan, perseroan selama ini tetap mampu menjaga margin yang stabil melalui pengoptimalan skala ekonomis serta perbaikan berkelanjutan khususnya dalam mengefisienkan operasional. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →