Sore ini, Indeks Harga Saham Gabungan Ditutup Menguat ke Posisi 5.858

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 13 September 2018 - 17:03 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 1,04% atau 60 poin ke posisi 5.858 pada akhir perdagangan Kamis (13/09/2018) dibandingkan posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 5.798.

Penguatan itu didukung oleh kenaikan harga 250 saham. Selain itu, ada 157 saham turun, 116 saham stagnan dan 133 saham tidak ditransaksikan. IHSG sepanjang perdagangan hari ini bergerak di kisaran 5.834-5.865.

Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI hari ini mencapai Rp6,68 triliiun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp5,4 triliun dan di Pasar Negosiasi senilai Rp1,28 triliun.

Total volume transaksi tercatat sebanyak 83,91 juta lot, hasil dari 395.918 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih bernilai Rp193,73 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 1,57 juta lot saham.

Sebanyak enam dari sembilan indeks sektoral BEI menguat. Indeks sektor infrastruktur mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 2,05% atau 20,36 poin ke posisi 1.013. Kemudian diikuti oleh indeks sektor keuangan dan indek sektor industri dasar yang masing-masing terangkat 1,77% dan 1,58%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers adalah MEDC yang harganya naik 12,58% atau Rp95 menjadi Rp850 per unit, TLKM yang harganya meningkat 3,91% atau Rp130 menjadi Rp3.450 per unit dan INCO yang harganya terangkat 3,6% atau Rp120 menjadi Rp3.450 per unit.

Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top losers adalah INDF yang harganya tergerus 2,04% atau Rp125 menjadi Rp6.000 per unit, PTPP yang harganya susut 1,9% atau Rp30 menjadi Rp1.550 per unit dan LPPF yang harganya turun 1,53% atau Rp100 menjadi Rp6.450 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →