Rehat Tengah Hari, Indeks Harga Saham Gabungan Ditutup Naik ke Posisi 5.833

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 13 September 2018 - 13:08 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 0,95% atau 55 poin ke posisi 5.833 pada akhir sesi pertama perdagangan, Kamis (13/09/2018) dibandingkan posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 5.798.

Penguatan IHSG pada rehat tengah hari ini ditopang oleh kenaikan harga 255 saham. Selain itu ada 124 saham turun, 107 saham stagnan dan 170 saham tidak ditransaksikan. IHSG pada sesi pertama perdagangan hari ini bergerak pada kisaran 5.834-5.865.

Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp3,341 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp2,83 triliun dan di Pasar Negosiasi senilai Rp577,44 miliar.

Total volume transaksi tercatat sebanyak 56,19 juta lot saham, hasil dari 241.144 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih bernilai total Rp149,92 miliar dengan total volume sebanyak 767.155 lot saham.

Delapan dari sembilan indeks sektoral BEI menguat. Indeks sektor infrastruktur mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 2,25% atau 22,13 poin ke posisi 1.615. Kemudian diikuti oleh indek sektor keuangan dan indeks sektor properti yang masing-masing naik 1,58% dan 1,04%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers adalah MEDC yang harganya naik 9,93% atau Rp75 menjadi Rp830 per unit, TLKM yang harganya meningkat 3,91% atau Rp130 menjadi Rp3.450 per unit dan BKSL yang harganya terangkat 3,64% atau Rp4 menjadi Rp114 per unit.

Saham-saham LQ45 yang menjadi top losers adalah TPIA yang harganya turun 2,69% atau Rp130 menjadi Rp4.710 per unit, INDF yang harganya tergerus 2,04% atau Rp125 menjadi Rp6.000 per unit dan SCMA yang harganya susut 1,39% atau Rp25 menjadi Rp1.770 per unit. (Abrahams Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →