Sore ini, Indeks Harga Saham Gabungan Ditutup Naik ke Posisi 6.065

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 29 Agustus 2018 - 17:39 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 0,37% atau 22 poin ke posisi 6.065 pada akhir perdagangan Rabu (29/08/2018) dibandingkan posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 6.042.

Penguatan indeks hari ini ditopang oleh kenaikan harga 170 saham. Selain itu, ada 197 saham turun, 151 saham stagnan dan 136 saham tidak ditransaksikan. IHSG pada perdagangan hari ini bergerak pada kisaran 6.003-6.065.

Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp7,95 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp5,99 triliun, di Pasar Negosiasi senilai Rp1,95 triliun dan di Pasar Tunai sebesar Rp296,88 juta.

Total volume transaksi tercatat sebanyak 95,66 juta lot saham, hasil dari 342.957 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih senilai Rp480,78 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 1,97 juta lot saham.

Sebanyak tujuh dari sembilan indeks sektoral BEI menguat. Indeks sektor agrikultur mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 2,26% atau 36,35 menjadi 1.642. Kemudian diikuti oleh indeks sektor aneka industri dan indeks sektor konsumer yang masing-masing meningkat 1,35% dan 1,31%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers adalah LPPF yang harganya naik 12,69% atau Rp850 menjadi Rp7.550 per unit, EXCL yang harganya meningkat 5,1% atau Rp150 menjadi Rp3.090 per unit dan PGAS yang harganya terangkat 3,88% atau Rp80 menjadi Rp2.140 per unit.

Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top losers adalah INDY yang harganya susut 2,54% atau Rp80 menjadi Rp3.070 per unit, BKSL yang harganya tergerus 2,36% atau Rp3 menjadi Rp124 per unit dan MNCN yang harganya turun 1,6% atau Rp15 menjadi Rp920 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →