Indeks Harga Saham Gabungan Diprediksi Bergerak pada Kisaran 5.872-6.226

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 28 Agustus 2018 - 08:59 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal bakal menguat pada kisaran 5.872-6.226 pada perdagangan Selasa (28/08/2018) karena berlanjutnya potensi aliran dana masuk (capital inflow) ke Indonesia.

“IHSG saat ini masih melanjutkan pola rebound sekaligus memperkuat pijakan untuk bergerak naik. Adanya potensi capital inflow turut menopang kenaikan IHSG pada perdagangan hari ini,” ujar William Surya Wijaya, analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, di Jakarta, Selasa (28/08/2018).

William mengemukakan, kondisi fundamental ekonomi yang kuat diikuti langkah sigap pemerintah untuk mengantisipasi gejolak perekonomian dapat menopang kenaikan IHSG dalam beberapa waktu ke depan.

Karena itu, demikian William, adanya peluang lanjutan IHSG dapat dimanfaatkan para pelaku pasar untuk mengakumulasi saham-saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

“Saham-saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) juga dapat diakumulasi,” pungkas William. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →