Per Juni 2018, Laba Perusahaan Gas Negara Alami Lonjakan 192%

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 23 Agustus 2018 - 07:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), atau PGN, membukukan laba sebesar US$145,94 juta pada paruh pertama 2018, melonjak 191,88% dibandingkan periode yang sama pada 2017 sebesar US$50 juta.

“Lonjakan laba tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan sekitar 14,89% menjadi US1,62 miliar per Juni 2018 dibandingkan periode yang sama pada 2017 sebesar Rp1,41 miliar,” ujar Rachmat Utama, Corporate Secretary PGAS, di Jakarta, Selasa (21/08/2018).

Rachmat mengemukakan, kontribusi terbesar bagi pendapatan perseroan pada semester pertama 2018 ini berasal dari pendapatan distribusi gas bumi senilai US$1,37 miliar dan penjualan migas (minyak dan gas) sebesar US$308 juta.

“Jika dibandingkan per Juni 2017 sebesar US$1,16 miliar, pendapatan distribusi gas bumi tersebut meningkat 18,1%. Adapun penjualan migas tumbuh 45,28% dibandingkan per Juni 2017 sebesar US$212 juta,” papar Rachmat.

Rachmat menjelaskan, tahun ini adalah tahun yang penuh tantangan bagi PGN, terutama akibat perlambatan ekonomi global. Manajemen PGN berupaya keras untuk mendukung integrasi PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai anak usaha PGN.

Rachmat menegaskan, hingga akhir Juni 2018, total volume gas bumi yang didistribusikan PGN termasuk anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia kepada pelanggan telah mencapai 835,56 BBTUD.

“Jika dibandingkan hingga akhir Juni 2017 sebanyak 749,02 BBTUD, maka itu menunjukkan pertumbuhan sebesar 11,55%,” tukas Rachmat.

Sementara volume gas yang ditransportasikan melalui jaringan pipa PGN dan anak usaha, PT Kalimantan Jawa Gas, per Juni 2018 mencapai 727,4 BBTUD, naik tipis dibanding per Juni 2017 sebanyak 723,9 BBTUD. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →