Hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan Diprediksi Naik pada Kisaran 5.717-5.988

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 20 Agustus 2018 - 10:14 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan menguat di kisaran 5.717-5.988 pada perdagangan Senin (20/08/18) ini. Itu kaerna kondisi perekonomian Indonesia saat ini cukup stabil.

“Hari perdagangan pada pekan ini relatif pendek karena adanya hari libur Idul Adha yang jatuh pada Rabu (22/08/2018). Akan tetapi, indeks masih berpotensi untuk mencapai titik resistensi 5.988,” ujar William Surya Wijaya, analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, di Jakarta, Senin (20/08/2018).

William mengemukakan, kenaikan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-Day Reverse Repo Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,25% menunjukkan bahwa ada langkah sigap Bank Indonesia (BI) untuk mengambil kebijakan yang tepat di tengah tren depresiasi kurs rupiah.

“Langkah itu diharapkan dapat menjaga stabilitas perekonomian nasional, sehingga dapat menopang pola pergerakan IHSG hingga beberapa waktu ke depan. Selain itu, publikasi data pertumbuhan kredit perbankan juga dapat mempengaruhi pola pergerakan IHSG,” papar William.

Karena itu, demikian William, para pelaku pasar dapat memanfaatkan kondisi pasar seperti di atas dengan memainkan saham-saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

“Di samping itu, saham-saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) dan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) juga layak dicermati pada perdagangan pekan ini,” pungkas William. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →