Rehat Tengah Hari, IHSG Ditutup Turun ke Posisi 5.350

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 08 Februari 2017 - 13:07 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 31 poin, atau 0,58%, ke posisi 5.350 pada rehat tengah hari, Rabu (08/02/17/2017). Itu karena delapan indeks sektoral melemah. Pelemahan tersebut dipimpin oleh indeks sektor infrastruktur. Sedangkan indeks sektor perkebunan dan industri dasar masih tetap menguat.

Kenaikan indeks industri dasar pada sesi perdagangan pertama hari ini ditandai oleh saham-saham sektor tersebut yang membukukan kenaikan harga tertinggi (top gainers). Saham-saham tersebut adalah saham PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) yang harganya naik Rp200 ke Rp7.200 per unit, saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang harganya menguat Rp125 menjadi Rp15.375 per unit dan saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang melambung Rp150 menjadi Rp22.950 per unit.

Sementara itu, saham-saham yang masuk dalam top losers adalah saham-saham PT Hero Supermarket Tbk (HERO) yang harganya turun Rp155 menjadi Rp1.100 per unit, saham PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) tergerus Rp150 ke Rp5.550 per unit dan saham PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) yang harganya anjlok Rp120 menjadi Rp62.900 per unit.

Selain IHSG, ada beberapa indeks lainnya yang juga mengalami penurunan pada tengah hari ini. Mereka adalah Indeks LQ45 yang 6 poin atau 0,7% ke 889, Jakarta Islamic Index (JII) susut 3,9 poin atau 0,56% menjadi 696, indeks IDX30 melemah 3,9 poin atau 0,81% ke 481 dan indeks MNC36 terpangkas 1,5 poin atau 0,5% ke 301.***

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →