Rehat Tengah Hari, Indeks Harga Saham Gabungan Menguat ke 6.084

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 06 Agustus 2018 - 13:19 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 1,28% atau 76 poin ke posisi 6.084 pada sesi pertama perdagangan Senin (06/08/2018) dibandingkan posisi pada akhir pekan lalu di level 6.007.

Penguatan indeks tersebut ditopang oleh kenaikan harga 243 saham. Di samping itu, sebanyak 143 saham turun, 123 saham stagnan dan 141 saham tidak ditransaksikan. IHSG pada sesi pertama perdagangan hari ini bergerak pada kisaran 6.025-6.092.

Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp3,73 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp3,32 triliun dan di Pasar Negosiasi sebesar Rp414,16 miliar.

Total volume perdagangan tercatat sebanyak 51,38 juta lot saham, hasil dari 231.514 kali transaksi. Investor asing membukukan pembelian saham bersih senilai Rp156,38 miliar dengan volume pembelian bersih sebanyak 491.242 lot saham.

Seluruh indeks sektoral BEI menguat. Indeks sektor aneka industri mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 2,96% atau 36,58 poin ke posisi 1.272. Kemudian diikuti oleh indeks sektor infrastruktur dan indeks sektor properti yang masing-masing naik 2,3% dan 1,61%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers siang ini adalah BBTN yang harganya naik 6,12% atau Rp150 menjadi Rp2.600 per unit, WSKT yang harganya meningkat 4,33% atau Rp90 menjadi Rp2.170 per unit dan WIKA yang harganya terangkat 4,14% atau Rp65 menjadi Rp1.635 per unit.

Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top losers adalah ITMG yang harganya susut 1,38% atau Rp400 menjadi Rp28.600 per unit, SSMS yang harganya turun 0,77% atau Rp10 menjadi Rp1.295 per unit dan UNVR yang harganya tergerus 0,67% atau Rp300 menjadi Rp44.650 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →