15 Hektar Lahan Bawang Merah Bantul DIY Terendam Air

Oleh : Wiyanto | Jumat, 03 Agustus 2018 - 16:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Bantul- Lahan bawang merah seluas 15 hektare di wilayah pesisir Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terendam air payau atau campuran air laut dan tawar karena dampak gelombang tinggi pantai selatan.

"Lahan pertanian yang terdampak itu sekitar 21 hektare, ada jagung, padi, dan bawang merah, kalau yang 15 hektare itu bawang merah," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupten Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Kamis (2/8/2018)
 

Menurut dia, belasan hektare lahan pertanian yang terendam air payau itu terdapat di sebagian besar pedukuhan Baros Desa Tirtohargo Kretek dan sebagian kecil Desa Srigading Sanden dengan ketinggian sekitar satu meter.

Ia mengatakan, lahan pertanian di pesisir tersebut terendam air payau karena luapan air dari muara Sungai Opak yang tidak dapat mengalir ke laut sebab diterjang gelombang tinggi dengan volume air lebih besar.

"Kejadian ini (terendam air) sampai hari ini sudah hari yang ketiga, namun kita lihat kalau sampai hari ini air belum surut jelas tidak bisa dipanen," kata Pulung disela meninjau lokasi lahan bawang terendam di wilayah Baros Tirtohargo.

Sementara itu, petani asal Dusun Soge Sanden, Dwi Cahyono mengatakan, lahan bawang merah garapannya seluas 2.800 meter persegi di Dusun Baros terendam air payau hingga satu meter lebih, sebab daun bawang sudah tidak terlihat.

"Sudah tiga hari ini terendam air, kalau kemarin airnya tidak sebesar ini, namun tadi malam semakin tinggi. Jelas tidak dapat dipanen karena sudah 'kelelep' (tenggelam). Kalau lahan saya 200 ru (satu ru seluas 14 meter)," katanya.

Ia mengatakan, tanaman bawang merah miliknya sudah berusia 40 hari atau waktunya berbuah, sehingga dengan terendam air payau yang lebih banyak mengandung air laut (asin), maka tanaman sudah tidak dapat dipanen meskipun air surut.

"Tidak bisa dipanen, karena sudah ada bawangnya dan mulai berbuah, padahal tinggal dua minggu lagi panen. Ya mau bagaimana lagi, ini karena air yang datang dari selatan lebih besar, sehingga air sungai tidak bisa masuk laut," katanya. (Ant)

Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →