Bekasi Fajar Optimistis Jual Lahan Industri 25 Hektar pada Juli-Agustus 2018

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 24 Juli 2018 - 11:54 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) akan merealisasikan penjualan lahan industri seluas 20-25 hektar sepanjang periode Juli-Agustus 2018 kepada lima hingga delapan perusahaan. Mayoritas perusahaan tersebut bergerak di sektor otomotif, serta industri makanan dan minuman.

“Penjualan lahan seluas itu adalah untuk mencapai target luas penjualan lahan industri perseroan pada tahun ini yang mencapai 40-45 hektar,” ungkap Yoshihiro Kobi, Presiden Direktur BEST, di Cibitung, Bekasi, Selasa (24/07/2018).

Yoshihiro mengemukakan, penjualan lahan seluas itu juga merupakan realisasi penjualan yang tertunda pada semester pertama tahun ini. Penundaan realisasi penjualan tersebut disebabkan oleh liburan panjang yang terjadi pada Juni 2018.

“Panjangnya masa liburan Lebaran yang ditetapkan pemerintah beberapa waktu yang lalu mengakibatkan kami tidak dapat menyelesaikan realisasi penjualan tersebut, sehingga penjualan lahan pada semester pertama belum optimal,” tukas Yoshihiro.

Yoshihiro mengungkapkan, hingga kini BEST masih memiliki cadangan lahan yang belum terjual seluas 700 hektar. Kendati tersedat-sendat, akan tetapi manajemen BEST tetap optimistis dapat mencapai target penjualan tahun ini, dimana sebagian besar penjualannya akan dilaksanakan pada semester kedua tahun ini. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →