Kadin Lampung Tawarkan Pembentukan Tim Percepatan Bandara Internasional Radin Inten II

Oleh : Ridwan | Selasa, 17 Juli 2018 - 11:18 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Lampung, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Lampung (Pemprov) menawarkan pembentukan Tim Percepatan Internasional Bandara Radin Inten II kepada Pemerintah Provinsi Lampung.

Menurut Ketua Umum Kadin Provinsi Lampung, Muhammad Kadafi, tim ini diperlukan untuk menembus hambatan peningkatan status itu.

Kadin menilai Pemprov Lampung perlu dukungan teknis agar peningkatan status ini segera terealisasi. Mungkin dari sisi teknis, syarat terpenuhi. Tapi kami yakin adan syarat nonteknis yang perlu ditembus," kata Kadafi di Lampung, Selasa (17/7/2018).

Menurutnya, Kadin memiliki sejumlah asosiasi yang dapat mendorong percepatan peningkatan status itu. Di Kadin bergabung sejumlah asosiasi perusahaan terkait perhubungan seperti pariwisata, angkutan kargo, dan logistik yang dapat merekomendasikan internasionalisasi Bandara Radin Inten II.

Kadafi yang juga Rektor Universitas Malahayati itu yakin, peningkatan status Bandara Radin Inten II bakal meningkatkan investasi masuk Lampung.

"Negara-negara investor itu ada di sekitar Lampung. Peningkatan konektivitas ini membuat Lampung bakal dilirik investor," kata Kadafi.

Menanggapi usulan itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Qodratul Ikhwan mengatakan peran organisasi pengusaha seperti Kadin, dibutuhkan untuk meyakinkan pusat atas pentingnya peningkatan tersebut.

"Sebenarnya awalnya semua setuju peningkatan status ini bersama Bandara Kuala Namu Medan. Tapi, usulan Bandara Radin Inten II ditunda," katanya.

Menurut Qodratul Ikhwan, maskapai penerbangan Lion Group dua kali mengajukan penerbangan internasional dari Lampung, namun belum terealisasi. Lion mengincar banyaknya jemaah asal Lampung berumrah ke Tanah Suci.

"Setahun jemaah umrah bisa mencapai 17 ribu," kata Qodratul Ikhwan.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →