Menperin Pastikan Kecaman Perang Dagang oleh AS Tidak Jadi Ancaman Besar bagi Indonesia

Oleh : Ridwan | Selasa, 10 Juli 2018 - 10:48 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai kecaman perang dagang yang dokobarkan Presiden Amerika Serikat(AS) Donald Trump tidak akan menjadi ancaman yang besar untuk Indonesia.

"Tadi kita lihat geopolitik, Indonesia di AS ranking 17 dan juga dari segi impor dan ekspor. Kami tidak melihat ini akan menjadi ancaman yang besar bagi Indonesia, kita komunikasi dan lakukan pembicaraan (dengan AS)," kata Airlangga di Jakarta (10/7/2018).

Sementara terkait langkah pemerintah AS yang sedang me-review pemberlakukan tarif khusus (special tariff) untuk produk Indonesia, Airlangga menilai itu bukan ancaman dari perang dagang.

Airlangga menyatakan,reviewGSP (Generalized System of Preference) merupakan hal yang rutin dilakukan oleh negara Paman Sam itu.

"Dengan di-review-nya GSP Indonesia, tak berarti ada masalah perdagangan antara kedua negara," tuturnya.

Airlangga menambahkan, pemerintah saat ini terus memantau isu perang dagang antara AS dan China, untuk mengantisipasi dampaknya terhadap Indonesia.

Itu kita monitor terus, komoditas antara kita dengan China kan produknya itu-itu saja. Itu akan dilihat sesuai perdagangan. Misalnya baja, keramik, dan kami lihat berdasartkan rule WTO yang ada," papar Menperin.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →