Sore ini, Indeks Harga Saham Gabungan Ditutup Melemah ke Posisi 5.633

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 03 Juli 2018 - 17:40 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 1,96% atau 113 poin ke posisi 5.633 di akhir perdagangan pada Selasa (03/07/2018) dibandingkan posisi di perdagangan sehari sebelumnya di level 5.746.

Pelemahan IHSG itu disebabkan penurunan harga 360 saham. Disamping itu, terdapat pula 67 saham naik, 103 saham stagnan dan 110 saham tidak ditransksikan sama sekali. IHSG pada perdagangan hari ini bergerak pada kisaran 5.630-5.752.

Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp7,21 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp5,47 triliun, di Pasar Negosiasi senilai Rp1,74 triliun dan di Pasar Tunai sebesar Rp8,98 juta.

Total volume transaksi mencapai sebanyak 81,55 juta lot saham, hasil dari 391.759 kali transaksi. Investor asing mencatat penjualan saham bersih bernilai Rp538,34 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 1,79 juta lot saham.

Semua indeks sektoral BEI melemah. Indeks sektor industri dasar mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 3,89% atau 29,79 poin ke posisi 736. Kemudian diikuti oleh indeks sektor aneka industri dan sektor infrastruktur yang masing-masing tergerus 3,06% dan 2,59%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah PGAS yang harganya terpangkas 16,41% atau Rp320 menjadi Rp1.630 per unit, INTP yang harganya susut 7,03% atau Rp975 menjadi Rp12.900 per unit dan TRAM yang harganya turun 6,67% atau Rp22 menjadi Rp308 per unit.

Sementara itu, SSMS adalah satu-satunya saham di indeks LQ45 yang mengalami kenaikan harga, yaitu sebesar 0,39% atau Rp5 menjadi Rp1.270 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →