Global Mediacom Bagikan Dividen 2017 Bernilai Total Rp130,87 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 29 Juni 2018 - 07:40 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Global Mediacom Tbk (BMTR) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2018 bernilai total Rp130,87 miliar (Rp5 per saham) pada akhir Juli 2018. Pemegang saham perseroan telah menyetujui besar dividen tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan yang digelar pada Rabu (27/06/2018).

“Total dividen tunai yang dibagikan tersebut mencapai 14% dari laba bersih perseroan pada 2017 yang mencapai Rp934,77 miliar (Rp35,7 per saham),” ujar David Fernando Audy, Direktur BMTR, dalam acara paparan publik di Jakarta usai RUPST, Rabu (26/06/2018).

David mengemukakan, pemegang saham dalam RUPST tersebut juga telah menyetujui rencana manajemen BMTR untuk menyisihkan dana sebesar Rp1 miliar yang diambil dari laba bersih 2017 tersebut sebagai dana cadangan untuk memenuhi ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

“Sisa laba bersih 2017 perseroan sebesar Rp802,90 miliar dibukukan sebagai laba ditahan (retained profit) untuk memperkuat struktur permodalan perseroan,” tukas David.

David juga mengungkapkan, manajemen BMTR akan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$75 juta untuk tahun ini. Meski demikian, belanja modal sebesar itu tidak serta merta digunakan semuanya.

“Sekitar US$30 juta dari alokasi capex perseroan tahun ini akan digunakan untuk membiayai pengembangan konten dan pemeliharaan (maintenance) seluruh peralatan televisi berbayar (Pay TV). Itu adalah kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun,” papar David.

Adapun sisanya, demikian David, akan digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan bisnis perseroan dan pengembangannya serta membiayai perawatan dan pemeliharaan berbagai peralatan penunjang bisnis perseroan lainnya. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →