Rehat Tengah Hari, Indeks Harga Saham Gabungan Terpangkas ke Posisi 5.692

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 28 Juni 2018 - 13:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 1,64% atau 95 poin ke posisi 5.692 pada sesi pertama perdagangan Kamis (28/06/2018) ini dibandingkan posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 5.787.

Pada rehat tengah hari ini, data BEI menunjukkan sebanyak 356 saham turun, 71 saham naik, 81 saham stagnan dan 132 saham tidak ditransaksikan. Pada sesi pertama perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.662-5.801.

Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI tercatat sebesar Rp3,86 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler senilai Rp3,23 triliun, di Pasar Negosiasi sebesar Rp630,81 miliar dan di Pasar Tunai senilai Rp194,12 juta.

Total volume transaksi tercatat sebanyak 51,15 juta lot saham, hasil dari 260.229 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih senilai Rp225,52 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 1,97 juta lot saham.

Seluruh indeks sektoral BEI melemah. Indeks sektor industri dasar mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 3,37% atau 26,74 poin ke posisi 766. Kemudian diikuti oleh indeks sektor pertambangan dan indeks sektor properti yang masing-masing turun 2,02% dan 1,97%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah BRPT yang harganya turun 6,7% atau Rp140 menjadi Rp1.950 per unit, SMGR yang harganya susut 5,88% atau Rp450 menjadi Rp7.200 per unit dan PTBA yang harganya tergerus 5,69% atau Rp230 menjadi Rp3.810 per unit.

Adapun saham-saham LQ45 yang jadi top gainers adalah BJBR yang harganya naik 0,49% atau Rp10 menjadi Rp2.060 per unit dan LPPF yang harganya meningkat 0,29% atau Rp25 menjadi Rp8.500 per unit. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →