Sutikno Khusumo Diangkat Jadi Dirut Baru Pelayaran Tempuran Emas

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 27 Juni 2018 - 10:45 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pemegang saham PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (26/06/2018), sepakat menunjuk Sutikno Khusumo sebagai Direktur Utama perseroan untuk periode tiga tahun ke depan, menggantikan ayahnya, Harto Khusumo.

Sebelumnya, Harto memperoleh perpanjangan masa jabatan sebagai Direktur Utama TMAS untuk periode 2017-2020 melalui RUPSLB yang digelar pada 2017. Harto telah memegang pucuk pimpinan perseroan sejak 2003, ketika perseroan menyelenggarakan Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS).

“Penggantian ini adalah murni merupakan regenerasi di dalam manajemen perseroan, mengingat ayah saya sudah berusia hampir 70 tahun. Bukan disebabkan oleh hal-hal lain,” ujar Sutikno, dalam paparan publik usai RUPSLB di Jakarta, Selasa (26/06/2018).

Ke depan, Sutikno akan melanjutkan kepemimpinan di TMAS untuk melakukan berbagai strategi usaha, yang salah satunya adalah melaksanakan berbagai efisiensi biaya dalam penyelenggaraan bisnis di perusahaan pelayaran angkutan laut tersebut.

Langkah itu sangat mungkin sekali dilaksanakan melalui layanan logistik secara langsung (direct logistic) yang berpotensi memangkas waktu dan biaya.

Pada 2017, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp53,36 miliar, atau lebih rendah sekitar 76,95% dibandingkan dengan realisasi laba bersih pada tahun sebelumnya sebesar Rp231,52 miliar.

Menurut Ganny Zheng, Direktur Keuangan TMAS, penurunan laba bersih tersebut disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar dan peningkatan biaya bongkar muat. “Untuk ke depan, kami akan terus melakukan efisiensi usaha untuk memperbaiki kinerja,“ pungkas Ganny. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →