IHSG Diharapkan Bergerak Naik di Kisaran 5.251-5.336

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 01 Februari 2017 - 09:24 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (01/02/2017) diperkirakan akan bergerak pada kisaran 5.251-5.336 dengan kecenderungan menguat.

“Pergerakan indeks pada awal Februari ini akan didukung oleh sejumlah data perekonomian domestik yang diperkirakan tetap aman terkendali, kendati indeks kemarin mengalami penurunan,” ujar William Suryawijaya, analis PT Asjaya Indosurya Securities, di Jakarta, Rabu (01/02/2017).

William mengemukakan, data produk domestik bruto (PDB) banyak ditunggu para investor untuk melakukan kegiatan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sentimen tersebut diharapkan dapat menahan titik support indeks di level 5.251 agar dapat menembus titik resistensi berikutnya di level 5.336.

Di samping itu, demikian William, kenaikan harga beberapa komoditas belakangan ini serta laporan tahunan kinerja keuangan emiten yang cemerlang tampaknya akan turut mendukung peningkatan indeks pada hari ini.

William juga menuturkan, kondisi tersebut cukup baik agar dimanfaatkan para investor untuk mengakumulasi saham-saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Astra Agro Lestari Tbk (ASRI), PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).***

 

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →