Kembangkan Bisnis di Luar Negeri, CTRA Direkomendasikan BELI

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 20 Juni 2018 - 14:03 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA), perusahaan properti milik kelompok usaha Ciputra yang tercatat sebagai emiten Bursa Efek Indoensia (BEI), direkomendasikan BELI dengan target harga Rp1.355 per saham.

Target tersebut ditetapkan oleh Tim Riset Indo Premier dengan mempertimbangkan penjualan pemasaran (marketing sales) CTRA di luar negeri yang ditargetkan tumbuh antara 20-30% menjadi sekitar Rp2,4-2,6 triliun dibanding realisasi 2017 sebesar Rp2 triliun.

Kendati demikian, kontribusi CTRA bagi Ciputra Group terbilang kecil karena kepemilikan sahamnya di International City Holding Limited juga relatif rendah, yaitu sebesar 7%.

CTRA kini mengemgbangkan tiga proyek township di luar negeri, yaitu Ciputra Hanoi International City seluas 300 hektar (ha), Grand Phnom Penh International City seluas 260 ha dan Grand Shenyang International City di Cina seluas 300 ha.

Di Hanoi, CTRA siap mengembangkan 600 unit rumah tapak, 15 menara apartemen dan Hotel Pullman. Adapun di Kamboja dan Cina, proyek yang dikembangkan CTRA masih memasuki tahap awal.

Sementara itu, Tim Riset Indo Premier menilai, kualitas produk-produk properti yang dikembangkan CTRA dan berbagai diversifikasi bisnisnya di Indonesia dan luar negeri dapat menopang kinerja bisnis perseroan ke depan.

Menurut tim tersebut, kendati kontribusi dari proyek di luar negeri kecil, tetapi proyek CTRA di luar negeri memberikan kesan yang positif karena itu akan mengangkat brand-brand perseroan di luar negeri. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →