Pendapatan 2018 Jasuindo Tiga Perkasa Ditargetkan Rp1,13 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 20 Juni 2018 - 10:54 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pendapatan PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) diproyeksikan sebesar Rp1,13 triliun pada 2018 ini. Itu artinya, pendapatan perseroan pada tahun ini lebih rendah 8,13% dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada 2017 sebesar Rp1,23 trilun.

Dalam keterangan tertulis, Rabu (20/06/2018), manajemen perseroan mengungkapkan, penurunan pendapatan yang diproyeksikan terjadi pada tahun ini karena adanya penjualan aset, yaitu saham PT Cardsindo Tiga Perkasa sehingga mengubah komposisi saham pengendali perseroan.

Menurut manajemen JTPE, perubahan komposisi saham pengendali perseroan bakal berdampak penurunan pendapatan konsolidasi 2018. Kendati demikian, perseroan tetap berupaya meningkatkan volume penjualan dengan memaksimalkan kapasitas produksi, pengembangan poduk baru dan meningkatkan promosi.

Selain itu, manajemen perseroan juga mengungkapkan target laba bersih tahun ini sebesar Rp85 miliar, atau tumbuh tipis 3,66% dibandingkan dengan realisasi laba bersih 2017 sebesar Rp82 miliar.

Karena itu, untuk mengoptimalisasi laba bersih tersebut, maka manajemen perseroan melakukan efisiensi, mengurangi kebutuhan bahan baku impor, meningkatkan volume ekspor, substitusi bahan baku impor dan hedging nilai tukar mata uang jika diperlukan.

PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri dokumen niaga terintegrasi, yakni Security Document, Non-Security Document (Traditional Document, Modern Document), Smart Card dan Management Document. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →