29,62% Laba Bersih Jasa Armada Indonesia Dijadikan Dividen Tunai 2017

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 06 Juni 2018 - 17:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2017 bernilai total Rp35,672 miliar pada awal Juli 2018 mendatang. Total dividen yang dibagikan itu mencapai sekitar 29,62% dari laba bersih konsolidasi 2018 bernilai total Rp120,417 miliar.

“Para pemegang saham perseroan telah menyetujui pembagian dividen sebesar itu pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini di Jakarta,” ujar Dawam Atmosudiro, Direktur Utama IPCM, dalam acara paparan publik usai RUPST, Rabu (06/06/2018).

Dawam menegaskan, manajemen perseroan juga menyisihkan dana sebesar Rp2,408 miliar yang diambil dari laba bersih 2017 sebagai dana cadangan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 70 UU Perseroan Terbatas.

“Besarnya dana cadangan tersebut sekitar 2% dari laba bersih konsolidasi perseroan pada 2017,” imbuh Dawam.

Lebih lanjut Dawam menjelaskan, sisa laba bersih setelah dipotong dividen tunai dan dana cadangan tersebut sebesar Rp82,336 miliar dibukukan sebagai laba ditahan (retained profit) yang belum ditentukan penggunaannya.

Dawam juga mengungkapkan, pemegang saham dalam RUPST tersebut juga menyetujui realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (PUPS) sebesar Rp439,531 miliar.

Menurut Dawam, perseroan melalui PUPS tersebut memperoleh dana sebesar Rp461,892 miliar. Akan tetapi, perseroan wajib mengeluarkan dana Rp22,361 miliar untuk membayar ongkos-ongkos dalam proses PUPS tersebut.

“Karena itu, perseroan masih memiliki dana PUPS yang belum digunakan sebesar Rp439,532 miliar. Sekitar Rp250 miliar dari dana tersebut disimpan di deposito PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dengan bunga 6,2% per tahun dan sisanya Rp189,53 miliar di simpan dalam bentuk giro di PT Bank Mandiri Tbk (BBTN),” urai Dawam.

Selain itu, demikian Dawam, pemegang saham dalam RUPST tersebut menyetujui pengangkatan Herman Susilo sebagai Direktur terhitung sejak ditutupnya RUPST 2018 tersebut hingga ditutupnya RUPST 2013.

Karena itu, dengan pengangkatan anggota Direksi baru tersebut, maka susunan manajemen peseroan kini menjadi:

DEWAN KOMISARIS
Komisaris Utama                 : Dani Rusli Utama
Komisaris                       : Jimmy Nikijuluw
Komisaris Independen    : A Sumardi

DIREKSI
Direktur Utama          : Dawam Atmosudiro (Direktur Independen)
Direktur                        : Supardi
Direktur                        : Herman Susilo

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →