2018, Penjualan Ricky Putra Globalindo Ditargetkan Tumbuh 15%

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 05 Juni 2018 - 12:10 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Penjualan PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY), produsen pakaian dalam pria bermerek GT MAN, ditargetkan tumbuh 10-15% pada tahun ini. Jika dibandingkan dengan realisasi 2017 sebesar Rp1,6 triliun, maka penjualan RICY tahun ini diperkirakan mencapai antara Rp1,76-1,84 triliun.

“Asalkan tidak ada gejolak ekonomi dan politik domestik yang signifikan, kami optimistis dapat mencapai target tersebut pada tahun ini,” ujar Tirta Heru Citra, Direktur RICY, di Jakart, Senin (05/06/2018) petang.

Tirta mengemukakan, penjualan perseroan sepanjang Januari-Maret 2018 tercatat sebesar Rp524 miliar, atau tumbuh 40% dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp374,29 miliar.

“Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, kami telah merealisasikan penjualan antara 28-30% dari target setahun penuh 2018,” tukas Tirta.

Sementara itu, demikian Tirta, penjualan RICY menjelang Lebaran tahun ini diperkirakan bakal mengalami kenaikan antara 30-40%. Karena itu, manajemen RICY merasa optimistis dapat mencapai target penjualan tahun ini.

“Di samping itu, kami juga akan terus melakukan efisiensi biaya operasional untuk menstabilkan kegiatan produksinya. Karena itu, perseroan masih belum akan menambah kapasitas produksinya,” pungks Tirta. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →