Sepanjang Tahun ini, Investasi Asing Rp40,32 Triliun Tinggalkan Pasar Modal Indonesia

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 04 Juni 2018 - 09:29 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Total nilai investasi asing yang keluar dari Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak awal tahun ini hingga 31 Mei 2018 tercatat sebesar Rp40,32 triliun. Sepanjang periode 28-31 Mei 2018 lalu, investor asing membukukan penjualan saham bersih bernilai Rp165 miliar.

Kendati demikian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI pada periode 28-31 Mei 2018 tersebut masih dapat naik tipis 0,13% ke posisi 5.983,58 dibandingkan posisi pada periode satu pekan sebelumnya di level 5.975,74.

Kenaikan tersebut juga diikuti oleh peningkatan rata-rata nilai kapitalisasi pasar BEI sebesar 0,24% menjadi Rp6.701,09 triliun dibandingkan posisi pada pekan sebelumnya sebesar Rp6.685,13 triliun.

Rata-rata nilai transaksi harian BEI pada sepekan terakhir juga naik 11,07% menjadi Rp9,21 triliun dibandingkan pada pekan sebelumnya sebesar Rp8,29 triliun.

Akan tetapi, tipisnya kenaikan IHSG pada pekan lalu disebabkan oleh penurunan rata-rata volume transaksi harian BEI dan rata-rata frekuensi perdagangannya. Rata-rata volume transaksi harian BEI pada pekan lalu terpangkas 7,62% menjadi 8,3 miliar unit saham dibandingkan pada pekan sebelumnya sebanyak 8,99 miliar saham.

Adapun, rata-rata frekuensi transaksi harian BEI juga tergerus 15,06% menjadi sebanyak 346.89 kali transaksi dibandingkan sebanyak 408.380 kali transaksi pada pekan sebelumnya. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →