Obligasi Dalam Negeri Dibayangi Sentimen AS

Oleh : Wiyanto | Senin, 04 Juni 2018 - 08:24 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pergerakan pasar obligasi diharapkan masih terdapat peluang kenaikan seiring masih adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri.

Analis Binaartha Institutional Research Reza Priyambada mengatakan, meski demikian, di akhir pekan pergerakan pasar obligasi AS cenderung tertekan seiring kenaikan imbal hasil setelah merespon rilis kenaikan _nonfarm payrolls_ sebanyak 223 ribu dan penurunan tingkat pengangguran ke level 3,8 persen.

"Kondisi tersebut dapat menahan peluang kenaikan pada pasar obligasi dalam negeri. Meski terdapat peluang kenaikan namun, tetap cermati dan waspadai jika masih adanya berbagai sentimen yang dapat membuat laju pasar obligasi kembali melemah," katanya di Jakarta, Senin (4/6/2018).

Pergerakan Rupiah yang cenderung kembali menguat memberikan imbas positif pada laju pasar obligasi dalam negeri. Akan tetapi, penguatan tersebut juga dibarengi dengan aksi ambil untung tipis antisipasi rilis data-data ketenagakerjaan AS di akhir pekan yang diperkirakan meningkat dan memberikan imbas kenaikan pada imbal hasil obligasi AS. Terlihat aksi jual terjadi pada obligasi tenor pendek. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 9,42 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 14,88 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 10,58 bps. 

Laju pasar obligasi cenderung bergerak naik seiring masih bertahannya aksi beli dan imbas penguatan Rupiah. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 95,56% memiliki imbal hasil 6,69% atau turun 0,05 bps dari sebelumnya di harga 95,35% memiliki imbal hasil 6,74%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 99,70% memiliki imbal hasil 7,53% atau turun 0,16 bps dari sehari sebelumnya di harga 98,08% memiliki imbal hasil 7,69%.

Pada Kamis (31/5), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,95 bps di level 114,44 dari sebelumnya di level 113,36. Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,06 bps di level 107,02 dari sebelumnya di level 106,96. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 6,97% dari sebelumnya di level 7,06% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,91% dari sebelumnya di level 2,86% sehingga spread di level kisaran 406,6 bps lebih tinggi dari sebelumnya 420,2 bps.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung turun. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik di kisaran level 9,00%-9,03%. Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasilnya di kisaran level 9,76%-9,82%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,95%-10,97%, dan pada rating BBB di kisaran 13,25%-13,50%.

 
Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →