Sore ini, Saham-Saham Sektor Keuangan Topang Kenaikan IHSG ke 5.792

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 23 Mei 2018 - 17:20 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 0,71% atau 40 poin ke posisi 5.792 pada akhir perdagangan Rabu (23/05/2018) dibandingkan posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 5.751.

Penguatan indeks tersebut ditopang oleh kenaikan harga 186 saham, terutama saham-saham sektor keuangan. Selain itu, ada 213 saham yang mengalami penurunan harga, 114 saham stagnan dan 118 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp8,93 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangn di Pasar Reguler senilai Rp7,3 triliun, di Pasar Negosiasi senilai Rp1,63 triliun dan di Pasar Tunai sebesar Rp42,25 juta.

Total volume transaksi tercatat sebanyak 90,48 juta lot saham, hasil dari 424.747 kali transaksi. Investor asing melakukan aksi beli saham bersih senilai Rp558,78 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 476.102 lot.

Sebanyak enam dari sembilan indeks sektoral BEI menghijau. Indek sektor keuangan mengalami kenaikan tertinggi, yaitu 1,89% atau 18,87 poin ke posisi 1.015. Kemudian diikuti oleh indeks sektor konsumer dan indeks sektor indusri dasar yang masing-masing meningkat 1,13% dan 1,07%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers adalah EXCL yang harganya naik 6,93% atau Rp140 menjadi Rp2.160 per unit, PTPP yang harganya terangkat 6,56% atau Rp160 menjadi Rp2.600 per unit dan BRPT yang harganya meningkat 6,54% atau Rp140 menjadi Rp2.280 per unit.

Saham-saham LQ45 yang menjadi top losers adalah ADRO yang harganya turun 5,44% atau Rp105 menjadi Rp1.825 per unit, AKRA yang harganya tergerus 3,18% atau Rp150 menjadi Rp4.560 per unit dan BJBR yang harganya susut 2,79% atau Rp60 menjadi Rp2.090 per unit. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →