Pendapatan Mitra Pemuda Tumbuh 5% Jadi Rp258 Miliar pada 2017

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 15 Mei 2018 - 19:55 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA), emiten kontraktor infrastruktur untuk konstruksi baja, meraih pendapatan sebesar Rp258,27 miliar pada 2017, meningkat 5,12% dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp245,68 miliar. Adapun laba bersih perseroan tumbuh 10% menjadi Rp10,006 miliar pada 2017 dari Rp9,100 miliar pada 2016.

“Sebesar22% dari total pendapatan itu, atau sekitar Rp56,037 miliar, dikontribusikan oleh sektor jasa konstruksi yang diberikan perseroan kepada pemerintah. Sisanya sekitar Rp202,235 miliar disumbangkan oleh berbagai pekerjaan non-jasa konstruksi pemerintah,” papar Bisman Novel Maraden Firdaus Simatupang  Direktur Utama MTRA pada acara Paparan Publik di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/05/18).

Sementara itu, Bennedict Edeli, Wakil Direktur Utama MTRA, mengungkapkan, perseroan pada 2017 membukukan marjin laba bersih sebesar 3,87%. Itu lebih rendah dibandingkan dengan realisasi marjin yang sama pada 2016 sebesar 4,03%.

Pada triwulan pertama 2018, kinerja sektor konstruksi di Indonesia turun 52% dibandingkan pada periode yang sama 2017 yang ketika itu mengalami penurunan 35%. Padahal pada triwulan keempat 2017, kinerja sektor tersebut sudah sempat tumbuh 3%.

Penurunan kinerja sektor konstruksi tersebut berbanding terbalik dengan langkah pemerintah yang gencar membangun proyek infrastruktur. Pelemahan sektor infrastruktur dan konstruksi juga tercermin dari data Survei Kegiatan Dunia Usaha Bank Indonesia per Maret 2018 yang mengungkapkan bahwa sektor ini tertekan pada tiga bulan pertama 2018.

Lebih lanjut, Bisman menuturkan, MTRA meraih pendapatan sebesar Rp 50,46 miliar pada triwulan pertama 2018, turun 25,7% dibandingkan per Maret 2017 sebesar Rp 67,98 miliar. Hingga kini, sektor infrastruktur dan konstruksi masih belum kondusif.

Penurunan pendapatan membuat laba bersih perseroan terimbas. Laba bersih perseroan per Maret 2018 turun 27% menjadi Rp3,36 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnnya sebesar Rp4,61 miliar.

“Dalam menghadapi situasi ini, kami telah mengambil langkah strategis dan hati-hati melalui konsolidasi sumber daya manusia untuk membangun pondasi bagi pengembangan usaha. Hal ini menghasilkan pencapaian yang relatif stabil,” ujar Bisman.

Sementara itu, Agung Anggono, Direktur MTRA, menambahkan dari sisi fundamental keuangan, Perseroan mampu menurunkan jumlah kewajiban pada triwulan pertama 2018 menjadi Rp122 miliar dibandingkan per Desember 2017 sebesar Rp128 miliar.

Penurunan kewajiban terjadi seiring dengan turunnya utang usaha jangka pendek dan utang perusahaan pembiayaan. Ekuitas perusahaan juga naik menjadi Rp137 miliar dibandingkan per Desember 2017 sebesar Rp134 miliar dengan aset saat ini mencapai Rp259 miliar.

Selama 3 bulan pertama tahun ini, pendapatan paling besar diperoleh perseroan dari PT Roca Industries Indonesia sebesar Rp11,52 miliar atau berkontribusi 22,83% terhadap total pendapatan Perseroan. Sedangkan untuk pendapatan terbesar kedua yakni dari PT Bumi Karyatama Raharja sebesar Rp7,58 miliar. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →