Kemenperin Target Serap Anggaran 36 Persen Hingga Semester I Tahun 2017

Oleh : Ridwan | Rabu, 25 Januari 2017 - 18:56 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Kementerian Perindustrian menargetkan penyerapan anggaran hingga semester I tahun 2017 akan mencapai 36 persen.

Sebelumnya, capaian realisasi anggaran tahun 2016 sebesar 95 persen dan merupakan prestasi tertinggi dalam kurun lima tahun terakhir, meskipun diwarnai dengan pemotongan dan penghematan pagu anggaran sebesar Rp1,2 triliun.  

"Kami berharap di tahun ini, para Kepala Satuan Kerja (satker) di lingkungan Kemenperin dapat memberikan perhatian terhadap pelaksanaan program dan kegiatan prioritas serta melakukan monitoring dengan intens" kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto kepada INDUSTRY.co.id pada acara Kick Off Pelaksanaan Anggaran di Lingkungan Kementerian Perindustrian Tahun 2017 di Jakarta, Rabu (25/1/2017).  

Pada tahun 2016, Kemenperin memperoleh alokasi pagu anggaran awal sebesar Rp3,2 triliun, namun mengalami pemotongan anggaran pada bulan Mei sebesar Rp369 miliar dan penghematan anggaran pada Agustus sebesar Rp854 miliar sehingga total pemotongan dan penghematan sebesar Rp1,2 triliun. Sementara itu, pagu anggaran Kemenperin tahun 2017 sebesar Rp2,9 triliun.  

Menurut Airlangga, progres pencapaian realisasi anggaran akan menjadi tanggung jawab para Kepala Satuan Kerja, yang dipantau dan dievaluasi langsung oleh Menperin.

"Dalam rangka membangun akuntabilitas kinerja Kemenperin yang tertib sesuai peraturan berlaku, pengelola anggaran harus dapat bertindak profesional, melaksanakan tepat waktu dan memberikan output yang bermanfaat" tegas Menperin.

Oleh karena itu, pertemuan ini sangat penting untuk menyikapi arahan Presiden Joko Widodo dalam upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional, salah satunya yang perlu dilakukan adalah melalui percepatan belanja pemerintah.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →