Penurunan Harga Saham Industri Dasar Pangkas IHSG 34 Poin ke Posisi 5.741

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 09 Mei 2018 - 10:37 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 10.00 waktu JATS terpantau di posisi 5.741, melemah 0,58% atau 34 poin dibandingkan posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 5.774.

Tadi pagi, IHSG dibuka turun 0,69% atau 40 poin ke posisi 5.734. Hingga kini, IHSG bergerak pada kisaran 5.716-5.793.

Pelemahan IHSG tersebut disebabkan oleh penurunan harga 257 saham, terutama saham-saham industri dasar. Di samping itu, ada 104 saham naik, 93 saham stagnan dan 172 saham belum ditransaksikan.

Total nilai perdagangan di seluruh pasar BEI mencapai Rp2,61 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp2,03 triliun, di Pasar Negosiasi senilai Rp582,16 miliar dan di Pasar Tunai sebesar Rp370.000.

Adapun total volume transaksi tercatat sebanyak 42,47 juta lot saham, hasil dari 131.409 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih senilai Rp111,30 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 832.720 lot saham.

Seluruh indeks sektoral BEI melemah. Indeks sektor industri dasar mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 1,97% atau 14,89 poin ke posisi 742. Kemudian diikuti oleh indeks sektor properti dan indeks sektor aneka industri yang masing-masing terpangkas 1,77% dan 1,47%. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →