Pasca Insentif Pajak, Perizinan Juga Harus Dibenahi

Oleh : Ridwan | Selasa, 01 Mei 2018 - 13:41 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri Johnny Darmawan menilai insentif pajak yang diberikan pemerintah ke sejumlah sektor industri seharusnya akan sangat menarik minat investor. 

Namun, insentif tersebut belum bisa membuahkan hasil maksimal apabila investor masih mengalami kendala berupa perizinan yang berbelit-belit.

"Kalau pemerintah saat ini bisa menjamin birokrasi lebih mudah, kebijakan ini pastinya sangat menggoda bagi investor. Di atas kertas, seharusnya banyak investor yang berminat menanamkan modalnya di Indonesia," kata Johnny Darmawan di Jakarta (1/5/2018).

Johnny memuji langkah pemerintah saat ini yang terus berupaya mengefisienkan layanan birokratis. Konsistensi dalam pembenahan perizinan terlihat dalam upaya membangun sistem layanan satu pintu.

"Pengusaha saat ini tertolong adanya Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Dulu kita butuh berbulan-bulan kalau mau izin investasi, sekarang beberapa hari sudah kelar," terang Johnny.

Johnny mengingatkan pemerintah bahwa meskipun tawaran dari pemerintah sangat menarik namun kondisi perekonomian, baik nasional maupun global, membuat pengusaha umumnya masih menahan investasi. 

Karena itu, dia menganggap wajar bila investasi di Indonesia hingga saat ini masih sedikit. Untuk itu, dia menyarankan pemerintah untuk mengombinasikan insentif pajak berupa pemberian tax holiday dengan kebijakan kemudahan berinvestasi lainnya sebagai nilai lebih.

"Mungkin harus lebih didorong pembenahan perizinannya karena ini yang paling penting. Keringanan pajak tidak akan dilirik selama perizinan masih berbelit," kata Johnny Darmawan.

Faktor lain yang mendukung investasi, menurut Johnny, adalah kepastian hukum dalam berinvestasi. Didukung oleh pembangunan infrastruktur yang terus didorong, dia yakin dalam waktu dekat Indonesia sudah menjadi salah satu negara yang sangat menarik bagi investor.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →